Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

Sinterklaas, Kapoentje!! (Saint Nicholas, My dear one!)

Ketika masih kecil dulu, saat tiba masa-masa natal, saya dan anak-anak kecil lainnya selalu bersemangat nonton film kartun di Minggu pagi. Karena di tv sering ditayangkan film-film kartun bertema natal dengan figur seorang Santa gendut berbaju merah yang baik hati. Ya, itulah Santa Claus, atau yang sering disebut Sinterklas oleh orang-orang Indonesia. Masa kecil saya memang tidak dilalui dengan tradisi menaruh kaus kaki di perapian dan menemukan kado dibawah pohon natal. Namun sosok Santa Claus gendut, Rudolf si rusa, serta segala hal tentang Magic Christmas from the North Pole telah memenuhi benak dan imajinasi saya sejak kecil hingga dewasa.

Pagi hari saat menemukan sepatu telah terisi penuh Pepernoten

Sampai ketika saya hijrah ke Belanda pada 2012 silam. Saat memasuki bulan November, sudah mulai terlihat keriaan sebuah tradisi menyambut sosok pria tua berjenggot panjang berjubah merah yang mereka sebut Sinterklaas (dengan dua huruf A pada 'klaas'). Okay... Hold on... What is this?! Kalimat tersebutlah yang meluncur dari mulut saya saat keluarga angkat saya sibuk berceloteh tentang rencana perayaan hari Sinterklaas itu. Awalnya saya bingung, kenapa warga Belanda sudah mulai sibuk menaruh sepatu didepan perapian sejak pertengahan bulan November. Kemudian diseluruh penjuru negeri banyak terpampang wajah si Bapak Tua berjenggot dan berkuda putih serta para partnernya yang hitam dan berbaju warna-warni. Seluruh toko mulai dipenuhi dengan yang manis-manis, mulai dari cookies bulat kecil bernama Pepernoten dan Kruidnoten, Coklat Alfabet (Letter Chocolate), Speculaas, Chocolate coins, Marzipan, dan segala kenikmatan yang dapat memicu gigi berlubang! Heran mendengar obrolan sehari-hari anak-anak di sekolah yang semua membicarakan tentang kado dari Sinterklaas. Dan kagum saat melihat keluarga Belanda yang berkumpul didepan perapian dengan sepatu sebelah serta semangkuk wortel dan jerami, menyanyikan lagu-lagu tradisional untuk mengundang Sinterklaas. Oh wow... Apakah ini gerangan? Sebuah hal baru yang sangat menggelitik untuk dicari tahu!

bagaimana cara membedakan keduanya :)
Pepernoten, Marzipan, Candy... hmmm...

Akhirnya, setelah dijelaskan panjang lebar oleh keluarga angkat saya, serta berbekal semalaman menelusuri Google, saya pun paham siapa itu Sinterklaas. :)
Singkat cerita, akan saya jelaskan perbedaan Sinterklaas dan Santa Claus (yang notabene merupakan satu sosok bernama asli Saint Nicholas yang berperan penting dalam keceriaan dunia per-natal-an anak-anak. hehe).

Santa Claus; Atau Saint Nicholas, di dataran America, digambarkan sebagai sosok pria gemuk berjenggot putih dan berpipi tembam, memakai baju merah berkerah putih, topi merah, ikat pinggang hitam, bersepatu hitam, terlihat membawa sekarung hadiah, naik kereta salju yang dikemudikan oleh rusa kutub dan salah satunya yang berhidung merah bernama Rudolf, tinggal di kutub utara bersama istri dan para kurcaci/peri. Dia mempunyai pabrik mainan di kutub utara dan bekerja sepanjang tahun membuat list nama anak-anak yang baik diseluruh penjuru dunia, serta menyiapkan mainan untuk kado natal mereka. Santa Claus akan membagi-bagikan hadiah untuk anak-anak pada malam natal tanggal 24 Desember. Dia akan turun melalui cerobong asap dan meletakkan kado natal di bawah pohon natal.

de zak van Sinterklaas
Sinterklaas (dalam tradisi Belanda); Yang juga adalah Saint Nicholaas, digambarkan sebagai sosok pria tua jangkung (tidak gemuk) berambut dan berjenggot panjang putih, memakai jubah serta topi bishop merah dengan lambang salib di atasnya, membawa tongkat emas dengan bentuk melingkar di atasnya, memakai cincin batu Ruby merah, serta membawa buku besar nan tebal yang berisi catatan nama anak-anak di seluruh penjuru negri. Sinterklaas datang berlayar dari Spanyol ke Belanda lewat laut dengan menggunakan steamboat. Dia akan mengendarai kuda putih berkeliling Belanda untuk membagi-bagikan hadiah kecil sebelum tanggal 5 Desember (yang merupakan hari ulang tahun nya) dan akan memberikan kado utama yang spesial tepat pada tanggal 5 Desember.
Dalam menjalankan misinya, Sinterklaas dibantu oleh sekelompok Zwarte Piet (Pete Hitam) yang digambarkan berwajah hitam, rambut keriting hitam, berbaju warna-warni, serta berpenampilan ceria. Mengapa para asisten Sinterklaas ini hitam? Apakah mereka ini para budak Africa yang bekerja untuk sang Santa? (seperti yang banyak digunjingkan belakangan ini mengenai unsur racism dan slavery dalam tradisi Sinterklaas) Oh tentu tidak... Wajah Piet ini hitam lantaran mereka sering keluar masuk cerobong asap untuk turun ke perapian dan menaruh hadiah di dalam sepatu anak-anak. Konon, jika anak-anak nakal, si Piet ini akan memukul mereka dengan sapu yang terbuat dari ranting pohon willow (disebut Roe di Belanda) dan memasukkan anak yang nakal kedalam karung untuk kemudian dibawa ke Spanyol bersama rombongan naik steamboat.

intocht van Sinterklaas di Amsterdam

CSinterklaas event di Rotterdam

De Hoofdpiet alias kapten rombongan Zwarte Piet

Oke, kembali ke tradisi yang di Belanda. Jadi, di Belanda (serta di Belgia, Luxembourg, dan Perancis bagian utara) tradisi Sinterklaas ini masih kental dirayakan. Dimulainya hari-hari perayaan Sinterklaas ditandai dengan tibanya sang Sint dari Spanyol dengan naik Steamboat. Biasanya Sint datang pada hari Sabtu di pertengahan bulan November. Kedatangan Sint di dermaga kota-kota di Belanda, disambut gembira oleh masyarakat yang berkerumun untuk melihat sang Sint berparade di atas kuda putihnya, diiringi dengan para Zwarte Piet yang berjoget serta membagi-bagikan permen dan cookies ke masyarakat. Anak-anak akan menyanyikan lagu-lagu seperti Sinterklaas Kapoentje, Zie ginds komt de Stoomboot, Sinterklaasje Bonne3x, dan masih banyak lagi lagu lainnya.

De zak van Sinterklaas (karung berisi hadiah dari Sint)

I got it last night! Chocola Letter; C for Cescliciouz ;)

Selama kurang lebih 3 minggu, Sinterklaas akan sibuk mengunjungi sekolah-sekolah dan rumah sakit, serta membagi-bagikan hadiah kecil di malam hari. Sebelum tidur, anak-anak akan  meletakkan sebelah sepatu mereka didepan perapian (atau di depan heater radiator jika di rumahnya tidak ada perapian) beserta semangkuk wortel dan jerami. Kemudian akan bernyanyi bersama orang tua mereka. Keesokan paginya, mereka akan menemukan sepatu mereka terisi penuh dengan pepernoten, coklat, marzipan, dan sebungkus kecil hadiah dari Sinterklaas. Kegiatan ini dilakukan 2-3 kali seminggu, hingga tiba tanggal 5 Desember yang merupakan hari ulang tahun Sinterklaas. Maka pada tanggal 5 Desember malam harinya, yang disebut dengan Sinterklaasavond atau Pakjesavond, Anak-anak percaya Sinterklaas akan memberikan kado utama yang spesial untuk mereka. Malam itu, saat anak-anak sedang gelisah menanti, akan terdengar bunyi gedoran di pintu "BAM! BAM! BAM!" Yang kemudian diikuti oleh seruan anak-anak yang bersemangat membuka pintu dan menemukan sekarung hadiah teronggok didepan pintu, atau selembar surat yang berisi petunjuk untuk menemukan sekarung hadiah didalam rumah (yang konon telah disembunyikan oleh Zwarte Piet). Dan jadilah malam itu malam spesial dimana sekeluarga berkumpul didepan perapian menyanyikan lagu Sinterklaas dan membuka sekarung hadiah. Hadiah-hadiah tersebut diperuntukkan tak hanya untuk anak-anak tapi juga orang dewasa (meski mereka tak lagi percaya pada keajaiban Sinterklaas) yang biasanya disertai dengan sebuah surat berisi puisi nasehat bagi si penerima hadiah.

Special family dinner on Pakjesavond (Dec 2012)

Anak-anak yang gelisah menunggu Sinterklaas :))
bolak-balik ngintipin jendela hehehe

Taraaaaa....
Sekarung hadiah pun mendarat secara misterius di depan pintu!

Kesibukan suasana buka kado pada Pakjesavond 2014

Sinterklaas dipercayai oleh anak-anak kecil yang berumur dibawah 10 tahun. Umumnya,saat mereka sudah beranjak besar, mereka akhirnya menyadari bahwa Sinterklaas hanyalah sebuah tradisi musim dingin dan bahwa segala misteri keajaiban Sinterklaas adalah tak lain peran para orang tua mereka sendiri. Memang, para orang tua dan dewasa lah yang berperan dalam kesuksesan tradisi Sinterklaas ini. Mulai dari menceritakan kisah Sinterklaas, menanamkan nasehat-nasehat melalui puisi yang dikirim Sinterklaas ke anak-anak, mengisi sepatu anak dengan pepernoten dan hadiah kecil, membuat skenario gedoran di pintu dan membeli sekarung hadiah untuk anak mereka, serta berakting layaknya mereka juga sangat antusias mendapatkan kado dari Sinterklaas. Tak lupa juga para sukarelawan yang telah berakting dengan sangat dramatisnya sebagai para Sinterklaas dan Zwarte Piet yang muncul di berbagai kota, televisi, sekolah, dan jalanan. Tanpa aksi mereka, tradisi Sinterklaas hanyalah cerita dongeng belaka.

Pada November 2012, saya beruntung bisa ikut serta dalam 3 moment penting:
1. intocht van Sinterklaas (arrival of Sinterklaas) di Amsterdam
2. Dinner with Sinterklaas sambil berlayar di atas steam boat di sepanjang sungai Nieuwe Mass Rotterdam!
3. Clubbing with Sinterklaas (Couchsurfing event) di Rotterdam.
Intocht van Sinterklaas (National arrival) adalah event dimana Sinterklaas tiba pertama kalinya di Belanda setelah berlayar dari Spanyol dengan menggunakan steam boat bersama rombongan Zwarte Piet. Kedatangan Sinterklaas ini dirayakan dengan parade, musik, serta hingar bingar masyarakat dan anak-anak yang antusias melihat sang Sint keliling kota dengan menunggang Amerigo, si kuda putih piaraannya. Setelah national arrival di Amsterdam, biasanya diikuti dengan local arrival di kota-kota berpelabuhan lainnya, sebagai simbol kedatangan Sinterklaas di berbagai penjuru Belanda.
Kemudian, seminggu sebelum Sinterklaasavond, saya berkesempatan ikut sailing dinner di atas kapal steam boat nya Sinterklaas. Tentu saja sang Sint dan Zwarte Piet pun turut hadir dan memeriahkan malam itu. Saya beserta rombongan dihibur dengan nyanyian dan jokes serta makan malam yang meriah. Tak lupa juga dapat bingkisan kecil dari Zwarte Piet yang berisi Chocola Letter, jeruk Mandarin, serta Pepernoten.
Dua hari menjelang Sinterklaasavond, komunitas Couchsurfing Rotterdam mengadakan event di sebuah nightclub dengan mengundang Sinterklaas dan Zwarte Piet untuk memeriahkan acara. Rombongan mereka tiba dan memeriahkan dance floor dengan tingkah kocak Zwarte Piet dan banyolan lucu dari Sint. Well, ternyata Sinterklaas tak hanya mengunjungi sekolah dan rumah sakit. Nightclub pun tak luput dari kunjungannya. Haha...

Lieve Zwarte Piet! :D

Zwarte Piet bagi-bagi Pepernoten

Sinterklaas parade

Salah satu anak kecil yang antusias memakai kostum Zwarte Piet

tampaknya semua partisipan memakai kostum Zwrte Piet semua ya :)

Tiga tahun merayakan Sinterklaas, membuat saya jatuh cinta pada tradisi unik ini. Meski saya bukan lagi anak-anak, saya pun ikut-ikutan antusias dan deg-degan tiap kali menengok ke perapian di keesokan harinya, untuk menemukan kejutan kecil apa lagi yang dikirim 'Sinterklaas' (atau sebenarnya host family saya) untuk saya hari ini. Terlebih saat tanggal 5 Desember tiba. Wah, senyum mengembang sepanjang hari, membayangkan akan ikut terlibat dalam 'Skenario Gedoran Pintu' serta membuka kado special di malam harinya! :)

Poem letter dari Sinterklaas :')

beberapa kado dari Sinterklaas (2012)
Bedankt voor cadeautjes, Sinterklaasssss!!!

Saat tulisan ini dibuat, tanggal 6 Desember 2014, Sinterklaas sedang dalam perjalanannya kembali berlayar di atas steamboat menuju Spanyol. Dan kemeriahan festival perayaan Sinterklaas pun berakhir sudah. Sampai jumpa tahun depan ya, Sint!! ;)

we rock the dance floor! :))


Friday, October 31, 2014

Halloween Excitement

Tinggal di benua Eropa, yang notabene kehidupan dan budayanya berbeda dengan tanah kelahiran Indonesia, tentu membuat saya merasakan berbagai pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Seperti contohnya budaya perayaan Halloween yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober.

Seperti kita tahu, di Indonesia tidak ada budaya merayakan Halloween dengan pesta kostum maupun ritual 'Trick or Treat' door-to-door. Ya, karena memang budaya Halloween ini lahir di Eropa, bukan di Asia. Itulah sebabnya kita di Asia kurang familiar dengan budaya ini, kecuali di kota besar yang biasanya menerapkan tema Halloween dalam dekorasi mall atau cafe tertentu. Namun tetap, tidak ada ritual bagi-bagi permen ataupun memahat labu (pumpkin) menjadi Jack-o-Lantern.

Halloween = Pumpkin everywhere

Makanya, begitu hijrah ke Eropa saya sangat excited menyambut Halloween tiba. Minggu pertama Oktober, sudah tercium aroma Halloween di toko-toko mainan. Beragam dekorasi unik dan kostum hantu ramai mewarnai pasaran. Labu-labu kuning pun mulai sale di supermarket, siap untuk dihias maupun dibikin sup labu khas musim gugur. Sungguh, suasana kemeriahan Halloween sangat terasa disini!

Pumpkin sale!!

Ritual menghias pumpkin

Taraaa.... Jack-o-Lantern hasil karya pahatan tangan saya! :D

Sehari menjelang Halloween tiba, anak-anak sudah ramai membicarakan kostum apa yang akan mereka pakai keesokan harinya. Sekolah pun menyelipkan beberapa tema Halloween dalam kegiatan belajar mengajar, seperti dalam prakarya maupun seni drama. Para orang tua mulai sibuk mengukir dan menghias labu, membeli diskon terakhir kostum hantu untuk anak mereka, serta menghias teras dan pintu rumah dengan sarang laba-laba palsu, lentera labu, jerami, dan lilin-lilin orange. Toko-toko mainan mulai menggelar sale besar-besaran untuk pernak-pernik Halloween. Supermarket menggelar sale untuk Labu kuning dan juga permen. Kesibukan menjelang Halloween sungguh membuat saya ikut-ikutan bersemangat, meski saya tidak ikutan keliling door-to-door membawa baki sambil teriak "Trick or Treat" untuk mendapat permen atau coklat. :)

Halloween candy yang siap dibagi-bagikan ke setiap pengunjung


Tiba hari H nya, anak-anak sepulang sekolah mulai heboh seolah memiliki 200% energi dalam tubuh mereka. Makan malam dengan menu sup labu serta dessert enak berupa pumpkin cake pun sudah bukan menjadi hal utama saat sore tiba. Yang ada di pikiran mereka hanyalah segera berganti kostum, mengecat wajah seseram mungkin, menenteng tas atau keranjang, dan keliling ke rumah-rumah tetangga untuk mengumpulkan permen. Saya sebagai orang dewasa, tugasnya ya mendandani si kecil seunik mungkin dan menggambari wajah mereka ala Dracula atau Nenek Sihir, sebelum mereka menggelinding keliling komplek. Oiya, satu lagi tugas para orang dewasa saat malam Halloween adalah membuka pintu dan menyodorkan baki penuh permen pada setiap anak yang datang ke rumah. Lumayan capek juga puluhan kali bolak-balik membuka pintu, tapi sebanding dengan keceriaan yang saya dapatkan saat melihat berbagai macam rupa anak-anak berkostum hantu dengan wajah lucu berpoleskan make up seram itu. Duh, menggemaskan sekali lho mereka ini.... :)

hasil dandanan saya! hahaha :D Lumayan lah...

sampe kapak pun nancep di kepala?! :))

Trick or Treaaaattttt......!!! (rebutan permen) :D


Lalu, apakah Halloween hanya berlaku bagi anak-anak saja? Ooooh, tentu tidaaaak.... Orang dewasa pun berhak bersenang-senang saat Halloween. Jika anak-anak merayakan Halloween dengan keliling ber-Trick-or-Treat, maka orang dewasa biasanya pergi ke pesta kostum. Jalanan serta bar-bar di kota ramai oleh berbagai bentuk manusia mulai dari yang berpakaian hantu seram, cosplay, sampai yang konyol dan aneh. Saya pun tak mau ketinggalan. Tiap tahun, saya ikut bersemangat mencari ide untuk ikut pesta kostum, membeli pernah-pernik Halloween, serta berpartisipasi merayakan hari hantu sedunia itu! Ah... seandainya Halloween di Indonesia juga dirayakan semeriah disini... Pasti banyak 'hantu beneran' macam si mbak Kunti dan mas Pocong yang ikutan nongol di depan pintu untuk minta permen! Hahaha... :))

A Witch from Hogsmeade! (Halloween 2012)

Sorrow Ghost! (Halloween 2013)

Teman saya ini ceritanya dandan ala Werewolf :))

A Pirate Girl (Halloween 2014) :D *cantik* hihi :p

Pesta kostum :)

Happy Halloweeeeennnnnn!!!!
Halloween ala Indonesia :)))) hihihi (photo credit from Google)

NB: Tadinya mau upload foto 'hantu beneran' instead of foto duo SPG film Pocong vs Kuntilanak di atas. Tapiiiii..... pas lagi googling, eh taunya muncul foto2 pocong beneran dan kunti beneran yang langsung spontan bikin merinding disko!! Dan saat saya menulis ini, jam menunjukkan pukul 00.30 tengah malam waktu Copenhagen, saya di rumah sendirian, duduk di ruang makan yang jendela nya menghadap ke kebun belakang rumah. Dan.... mendadak ruangan yang semula hangat tiba-tiba menjadi dingin, seolah para 'oknum dunia lain' yang wajahnya tadi bermunculan di laman pencarian Google kini turut bergabung dengan saya di ruang makan ini untuk merayakan Halloween.... DANGGGGGG!!! (-____-")

Recent Post

Pagi yang Din-Din!!!

 Bruuummm Bruummmm! Din Din Din!!! Kreeeekkkk... Mata yang baru terpejam sebentar ini merengek karena terbangun jam 5 pagi buta. Buset, rame...

Popular Post