Belanda
merupakan salah satu negara maju yang sistem transportasinya sudah tergolong
canggih. Tak hanya canggih, tapi juga
sangat tepat waktu. Baik tram, bus, maupun kereta (transportasi darat) semuanya
terjadwal dengan seksama. Jarang sekali ada kejadian kereta datang terlambat
atau bus yang sampainya lelet. Di setiap halte bus & tram pun ada papan
elektronik digital penanda jadwal kendaraan tersebut akan tiba, berikut
jurusannya kemana. Alat pembayaran transportasinya pun tidak menggunakan cash yang
dibayarkan pada kondektur atau kernet. Semuanya menggunakan metode
flashcard/chipkaart, yang cara penggunaannya cukup ditempelkan pada mesin
pemindai saat naik dan turun kendaraan. Ongkos jalannya akan terpotong otomatis
dari saldo yang ada didalam kartu. Sama halnya dengan kereta, jadwal tiba dan
keberangkatan kereta pun sangat tepat waktu. Terlambat 30 detik saja sudah bisa
dipastikan ketinggalan kereta.
| Cara beli tiket via vending machine |
Jadilah aku berangkat ke Rotterdam Centraal Station dengan diantar hostdad. Aku membeli tiket kereta di counter, dengan harga 6.50 euro (50 cent hanya dibebankan kedalam tiket yang dibeli melalui counter. Jika kita punya bank account dan kartu ATM, tiket bisa dibeli langsung di vending machine tanpa dikenai biaya tambahan 50 cent tersebut). Setelah beli tiket, aku mengecek jadwal keberangkatan kereta di papan elektronik digital yang menampilkan seluruh jadwal kereta. Tapi sempat bingung juga melihat banyaknya jadwal yang terpampang. Akhirnya, daripada bingung-bingung, aku bertanya pada bapak-bapak berseragam biru yang merupakan petugas stasiun.
“Sir, could you show me which is the
train to go to Delft? Coz I’m a bit confuse reading those lines.” Ucapku sembari
menunjuk ke papan jadwal. Bapak2: “Oh, you can go to platform 9. Your train
will be there. Oh, C’mon! Your train is two minutes left! Go, go go… Run!!
Now!!“ si bapak ngomong dengan ekspresi terburu-buru.
Waduh! Apa
katanya tadi? Tinggal 2 menit lagi? Wah, dengan lari tunggang-langgang
aku mencari dimana platform 9 itu berada. Sempat terbersit, kenapa nggak
platform 9 ¾ aja ya? Naik Hogwarts Express! Hihihi…. Akhirnya ketemu juga tuh
platform 9. Dan memang saat aku tiba, sang petugas yang berdiri di samping
kereta sudah membunyikan peluit, tanda kereta akan berangkat. Aku pun buru-buru
naik dan mencari tempat duduk di gerbong kelas dua. Fiuuhhh… lega deh nggak
ketinggalan kereta dan dapat tempat duduk pula. Walau perjalanan hanya makan
waktu 11 menit menuju Delft, tapi lumayan juga kan dapat tempat duduk di
window, bisa sambil jeprat-jepret.
10 menit… 11 menit… 12 menit… Lho? Koq kereta ini nggak
memperlambat lajunya ataupun ngerem sama sekali sih? Malah keluar masuk
terowongan gelap yang nggak bisa lihat apa-apa di kanan-kiri jendela. Waduh, mulai nggak enak perasaanku
saat itu! Aku kemudian bertanya ke mas-mas Londo disebelahku, kemana tujuan
kereta ini sebenarnya. Dia menjawab dengan alis berkerut, “we’re going to
Amsterdam, don’t you know it?” JLEB!!! Dengan tampang polosnya aku hanya
menjawab, “mmm… I think I take the wrong train. I need to go to Delft, not
Amsterdam.” Dan si mas bule itu hanya tersenyum, “Oow, so you should take the
next train which is come two minutes after this train left from Rotterdam
Centraal.” Omaigaaattttt….. beneran kan salah naik keretaaa…. Menurut si mas
itu, harusnya aku naik kereta yg datang dua menit kemudian setelah kereta
tujuan Amsterdam ini berangkat, karena jalur platform nya sama-sama di jalur 9!
Hmm… ternyata terjadi kesalah-pahaman antara aku dan bapak berseragam biru di
stasiun tadi. Atau lebih tepatnya aku yang ceroboh, dengan asal naik kereta
tanpa membaca papan keterangan jadwal yang tertera di setiap platform.
| Rookzone / Zona Merokok / Smoking Area |
Terduduk
sendirian di platform 15 outdoor, ditengah tiupan angin musim gugur yang
sedingin kulkas, aku menunggu keretaku datang. Aku perhatikan disekitar
platform, ada beberapa laki-laki yang berkumpul di beberapa titik lokasi,
sedang asyik menghisap rokok. Di tempat itu terdapat tulisan Rookzone. Oooh,
jadi ini adalah lokasi dimana orang diperbolehkan merokok, selain dilokasi yang
ada tulisan Rookzone nya, siapapun dilarang untuk merokok. Dan aku rasa di
sepanjang area platform outdoor diperbolehkan merokok.
| Pemandangan sepanjang perjalanan |
Jam 10:07 kereta yang menuju Rotterdam tiba. Sebelum naik,
sekali lagi aku melihat kearah papan petunjuk diatas platform, memastikan bahwa
ini kereta dengan tujuan yang benar. Akupun kemudian menikmati 45 menit
perjalanan kembali ke Rotterdam dengan asyik jeprat-jepret pemandangan yang aku
lewati disepanjang perjalanan. Mulai dari hamparan padang rumput berisi
sapi-sapi yang sedang merumput, kuda-kuda yang sedang ditunggangi pemiliknya
keliling perkebunan sayur, hingga jejeran rumah-rumah kaca tempat berbagai
sayuran organik ditanam. Kereta yang aku naiki ini namanya NS Intercity (NS:
Netherlands Spoorwagen; Perusahaan kereta api milik pemerintah. Kalau di
Indonesia KAI kali ya). Gerbongnya tingkat 2, atas dan bawah. Terdapat dua
kelas, yaitu kelas 1 dan 2. Kondisi gerbong kelas 1 nyaman dengan bangku empuk
berwarna biru dongker dan tempat duduk 2-1. Gerbong kelas 2 pun nyaman, dengan
bangku warna pink violet dan tempat duduk 2-2, berhadap-hadapan dengan sebuah
meja ditengah.
| Gerbong kelas 1 |
| Gerbong kelas 2 |
Tiba di rotterdam, aku langsung naik ke kereta dengan tujuan
Den Haag Centraal, yang akan terlebih dahulu singgah di Schidam kemudian baru
Delft. Aku tiba di tempat acara tepat jam 12 siang, saat sesi pertama telah
selesai. Untungnya masih diperbolehkan masuk oleh reception nya. Hehe… Pelajaran
yang bisa dipetik, lain kali harus lebih teliti dalam mengecek jadwal kereta
dan kalau masih kurang yakin bisa bertanya pada petugas stasiun. Namun bertanya pun juga harus
hati-hati, jangan sampai salah persepsi seperti yang aku alami. Karena
terkadang orang-orang Belanda ini grammar bahasa Inggris nya suka ngaco, itu
yang bikin salah tanggap. Untungnya, setelah pengalaman pertama naik kereta
yang ujung-ujungnya nyasar itu, aku selebihnya aman-aman saja berkereta
kesana-kemari. Intinya ya harus teliti dan tepat waktu. :)
| Harus lihat ini disetiap platform :) |
No comments:
Post a Comment